Rumus Panjang Antena dipole UHF & Cara Matching

Berbagi Itu Indah!

Goto-5.net — Dalam sebuah antena, ada yang mempunyai satu pole (monopole), ada juga yang mempunyai dua pole (dipole). Antena dipole ini dapat terjadi apabila outer dari kabel coax tidak di-ground dan disambung. Tentu, rumus antena dipole ini cukup menarik dibahas dan akan kami sampaikan dalam artikel berikut.

Sekilas tentang Rumus Antena Dipole UHF

Seperti yang telah diketahui, antena dipole ini memiliki dua pole dari sambungan kabel coax dan logam yang terpasang. Ya, kebanyakan antena dipole ini mempunyai panjang gelombang sebesar setengah panjang sehingga seringkali diperlukan untuk menghitung panjang fisik dari antena dipole tersebut.

Rumus antena dipole

Pada dasarnya, penghitungan antena dipole ini mempunyai sejumlah pertimbangan. Kita tarik dari konsep antena dipole di mana sebatang logam dengan panjang 1/4 Lambda akan beresonansi secara baik apabila terdapat gelombang radio yang menyentuh permukaannya.

Antena dipole biasa terdiri dari satu kawat (single wire dipole), maupun dengan dua kawat yang ujungnya dihubungkan (two wire folded dipole), bahkan bisa juga terdiri dari 3 kawat (three wire folded dipole). Lantas bagaimana rumus antena dipole HF, UHF, bahkan VHF?

Menghitung Rumus Panjang Antena Dipole

Penghitungan panjang antena atau panjang gelombang seringkali dilakukan dalam sebuah komponen antena dipole ini. Adapun cepat rambat gelombang sama dengan kecepatan cahaya, yakni sekitar 300.000.000 meter/detik, sementara gelombang tersebut bergetar sesuai frekuensi cycle/detik.

Rumus Antena Dipole

Katakanlah frekuensinya 6 Mhz sehingga setiap detiknya gelombang tersebut bergetar sebanyak 6.000.000 kali. Tentu saja perlu dipahami juga jika satu lambda (λ) merupakan jarak yang ditempuh gelombang dalam satu kali getar. Dengan kata lain, panjang satu lambda adalah:

Rumus antena dipole

Apabila f dinyatakan dalam Mhz dan λ dinyatakan alam meter, maka rumus antena dipole tersebut menjadi sebagai berikut:

rumus antena dipole hf

(Rumus 1)

Rumus 1 tersebut merupakan panjang gelombang jika di udara. Namun jika penghitungan dilakukan pada gelombang listrik di media logam, rumusnya agak sedikit berbeda karena cepat rambat gelombang lebih kecil, yakni 0,95 kali gelombang radio sehingga rumusnya menjadi:

rumus panjang antena dipole

Atau menjadi

cara matching antena dipole

(Rumus 2)

dimana λ dinyatakan dalam satuan meter dan f dalam satuan MHz.

Sebagai contoh, dengan penggunaan rumus di atas, antena dipole pada frekuensi 7.050 Mhz akan memiliki panjang sekitar 9.99 meter atau dibulatkan menjadi 10 meter. Panjang 10 meter inilah yang menjadi panjang teoritis di mana kita belum dapat langsung menggunakannya karena beberapa faktor seperti lingkungan.

rumus antena dipole uhf

Penghitungan ini diperlukan supaya kita dapat mengetahui langkah awal percobaan. Misalnya jika dalam praktiknya panjang tersebut harus diberikan koreksi karena penyesuaian lingkungan, maka sudah pasti akan melakukan trial and error.

Langkah dan Cara Matching Antena Dipole

Untuk membuat antena tersebut matching, kita dapat menggunakan alat khusus yaitu DIP Meter dan Impedance Meter. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan SWR Analyzer. Bahkan jika tidak tersedia alatnya, matching dapat dilakukan dengan transceiver dan SWR meter.

  • Pertama, pasang antena dengan konfigurasi yang diinginkan.
  • Pasang SWR meter tersebut di antara transceiver dengan transmission line (coaxial cable)
  • Atur transreceiver tersebut pada power yang paling rendah dengan mode AM atau CW, kemudian tentukan frekuensi kerja yang dikehendaki.
  • Amati SWR meter sambil memutar tombol pengatur frekuensi sehingga mendapat nilai SWR yang paling rendah.
  • Jika frekuensi tersebut kurang dari frekuensi yang diinginkan, tandanya sayap dipole harus diperpendek. Namun jika terlalu tinggi, maka secara rumus antena dipole, sayap tersebut harus disambung.

Baca Dulu:

Demikian pembahasan mengenai fungsi dan rumus loading coil antenna 2m serta cara matching antena dipole, semoga bermanfaat.

Leave a Comment